This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 30 Desember 2015

Pantai Kalipat, Nusakambangan

Assalamu'alaikum wr.wb
Hai semua, saya mau bagi-bagi nih... bukan bagi-bagi uang pastinya, tapi seperti biasa saya mau bagi-bagi cerita sama teman-teman semua. Kemarin alhamdulillah saya dan anak-anak pandawa mengunjungi Pantai Kalipat yang berada di Pulau Nusakambangan Timur. Sebetulnya kami merencanakan untuk mengunjungi pantai Kalikencana, tapi karena faktor malas, tidak semangat, tidak niat dan blah blah blah dan sempat membatalkan rencana ini tetapi setelah di geber oleh beberapa orang akhirnya kami antara niat dan tidak niat, antara semangat dan tidak semangat, kami paksakan kaki dan tubuh ini bergerak menuju pantai Teluk Penyu sebagai tempat penyeberangan ke Pulau Nusakambangan.

Kesepakatan telah kami buat, pukul 07.00 pagi kami harus sudah berkumpul di rumah Indun tetapi apa daya, ada yang pukul 07.00 baru bangun, ada yang belum siap, ada yang bilang otw dari jam tujuh sampai di lokasi (rumah Indun) jam setengah 8 padahal rumahnya di belakang rumah Indun jalan kaki 2 meter sampe. Ada yang pulang ambil nasi dulu buat bekal, semua udah siap tinggal nunggu si Al lama banget belum dateng-dateng, terus mba Arini minta pulang ambil baju ganti, siapa tahu nanti di pantai mau berenang. Si Al dateng tinggal nunggu mba Arini ambil baju kok lama banget. Saya dan Ayu yang ontime dari jam tujuh akhirnya harus menunggu keberangkatan sampai jam sembilan! Gila ngaret ampe 2 jam! Pukul 09.00 kami berangkat ke pantai Teluk Penyu, mampir dulu sebentar ke minimarket beli minum.

Setelah sampai Teluk Penyu Mba Arini dan Arif ilang gak tahu kemana di tungguin di depan gerbang, eeehh malah udah sampe di depan Benteng Pendem, hadeeeehh ada-ada saja kejadian. Setelah kami susul ke depan Benteng Pendem kami akhirnya bertemu dengan istrinya bapak nelayan, yang kurang tahu namanya. Bapak nelayan ini sudah biasa mengantar Bapak carik alias bapaknya si Arif ke pantai Kalipat. Yap! Akhirnya kita ke Pantai Kalipat bukan ke Pantai Kalikencana. Matahari sudah semakin tinggi, kalau dipaksakan ke Pantai Kalikencana mungkin waktunya tidak akan cukup. Diperkirakan untuk sampai ke Pantai Kalikencana kami harus berjalan kaki 3 jam. sedangkan kami sampai di Teluk penyu pukul 09.30. Ya sudah akhirnya kami ke Pantai Kalipat yang hanya memerlukan waktu 1-1,5 jam. Cuuusss kami berangkat dengan perahu sekitar 10-15 menit dan berhenti di dekat dermaga.

Perjalanan kami di mulai. Saya mencoba mencari kayu untuk memudahkan pendakian. Jalan ke Pantai kalipat maupun Kalikencana mendaki naik turun loh guys. Baru berjalan 10 menit, ada yang minta berhenti untuk istirahat, ada yang nanya udah deket belom? Kapan sampe? #tepokjidat #ketawasambilnangis hahaha... Saya di barisan paling awal bersama Arif adik kecil sang penunjuk jalan dan Al, yang lain tertinggal di belakang. Sampai di pertigaan kami berhenti menunggu anak-anak panda yang berada di belakang. Ampuuuunn deeh lama banget, nunggu 15 menit kayaknya ada. Belom lagi kalo udah sampe, gantian mereka yang minta istirahat. hadeeeh.. Perlu disemangatin nih biar mereka jalannya bisa cepet, mereka jalan lelet itu karena mereka kebanyakan ketawa sama selfie. Ada yang jalannya bolak balik kepleset sampe empat kali ada, ada yang ketawa terus ada, ada yang diem, ada yang teriak-teriak, gak tau neriakin apaan. Emang di pulau Nusakambangan ini masih ada hewan liarnya seperti kera liar dan macan. Huuuiiih ngeri ya? Kalo kera liar sih masih kedengeran suaranya tapi kalo macan saya mah belom denger suaranya, tapi kata orang-orang sih ada. Baru kali ini saya jelajah hutan, jadi keinget saya dulu pengen ngerasain main film di hutan amazon kayak di film-film hollywood gitu hahahaha.. Oke lanjut ceritanya, baca sampe selesai ya?

Setelah dari pertigaan itu, kita melanjutkan perjalanan. Kali ini jalannya lebih kecil, kayak ngelewatin semak-semak gitu, dan ternyata ada penunjuk jalan yang dibuat di pohon. Mungkin dibuat agar kita gak kesasar. Bapak carik katanya sering ke pantai kalipat buat mancing dan banyak loh yang mancing di pantai ini. Dari jauh kami mendengar suara air, suara ombak yang memecah batu karang itu pertanda bahwa kami semakin dekat dan akhirnya kami sampai di pantai Kalipat.

Setelah berjalan kurang lebih satu setengah jam, kami akhirnya menemukan pantai yang kita cari. Udah kaya di film-film hollywood gitu, berasa menemukan surga yang jarang di ketahui oleh banyak orang hahaha, dan pantai ini sepi karena pengunjungya cuma kita. Gak ada orang jualan, gak ada nelayan atau perahu yang melintas, dan kebetulan orang yang katanya biasa mancing juga tak terlihat. Bagaikan pantai milik sendiri, hehehe.

Mulai pendakian




















 





Mau pulang selfie dulu :-D
Setelah sampai pantai, kami mencari tempat yang rindang untuk mengisi perut yang keroncongan, banyak di antara kami yang belum sarapan termasuk saya. Tapi entah kenapa selama perjalanan saya tidak merasa lapar. Berbekal nasi rames seadanya, karena yang bawa cuma tiga orang, kami harus saling berbagi dengan sepuluh orang. Hahaha. Seksi konsumsi kita Renni yang biasa bawa bekal kali ini tidak ikut di karenakan banyak tugas kampus yang belum diselesaikan. Alhamdulillah habis tapi kurang. hahaha... Dan kami siap buat jalan-jalan di pantai yang sepi ini.

Cuaca cerah, air laut yang bersih belum tercemar, langit begitu biru, matahari terik menyinari kami, sungguh indah. Anugerah allah swt yang wajib kita syukuri. Perut kenyang sudah terisi saatnya selfie :-D hehehe.. Lari sana sini, gaya ini itu, main air, tapi gak berani berenang soalnya ombaknya lagi gede. Yang udah pada bawa baju ganti sia-sia deh cuma bikin tambah berat barang bawaan. haha... Cahaya matahari begitu menyilaukan mata dan saking teriknya saya dan Indun sedikit migrain, lagi plesir malah mumet hahaha.. Jam satu siang kami memutuskan untuk pulang, semua sudah lemas dulu membayangkan bagaimana mereka harus berjalan naik turun gunung menyusuri hutan lagi.

Sampah kami kumpulkan dan kami bawa pulang kembali, jangan karena  pantai ini sepi, kalian bisa mengotori seenak dengkul kalian ya? Walaupun terkadang dari sananya udah kotor, tetep bawa kembali sampah kalian! Saya juga sebenernya gak suka bawa-bawa sampah, tapi kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi? Cuma koar-koar doang "sampahnya woy sampahnya" tapi gak ada gerakannya ya percuma. Katanya pecinta alam tapi masih suka kasih sampah ke alam? Siapa sih yang suka sampah? Gak ada, saya juga gak suka kok sama sampah. Tapi siapa sih yang bikin sampah? Kan kita juga, ya kan? Udah ah malah jadi ceramah. Hahaha.

Sampai di tempat penyeberangan tinggal nunggu di jemput sama perahunya, tapi lama banget sampe bisa jalan-jalan ke dermaga, selfie, liat ikan, cari ikan terus selfie lagi hahaha. Sampe si Oji mau berenang lagi, hadeeeh.. Ada sejam kali nunggu, ternyata bapak nelayannya lagi bawa orang jalan-jalan pake perahu liat pantai teluk penyu dan sekitar nusakambangan. Ooooohhh.. Terus ya udah kita pulang, gak lupa selfi dulu di perahu.

Udah sampe segini dulu ceritanya ya? kapan-kapan sambung lagi oke? Makasi udah mau baca dan sempetin baca cerita aku. Babbbaaiii (''') Wassalamu'alaikum wr. wb



Baca Juga :

Pantai Selok Pipa, Nusakambangan - Cilacap
Bukit Watu Meja, Kebasen - Banyumas
Pasir Putih Nusakambangan - Cilacap
Curug Telu Baturaden, Purwokerto
Waduk Kubangkangkung, Kawunganten - Cilacap
Laut Menganti, Kebumen
Goa Lawa, Purbalingga
Kebun Strawberry, Serang - Purbalingga


Jumat, 18 Desember 2015

Pusi : Party! Menenangkan Hati



Hey guys! Tak mengertikah hari ini begitu panas?
Jangan kau tambahkan dengan gaya bicaramu yang mengiung
aku bosan! Aku lelah! Aku penat!
Nyalakan radionya.. Setel lagu berbau party
yang di bawakan SNSD
ayo kita berjingkrak kesana kemari
merubah suasana hati..

Silaunya sang mentari
dengar ritem musik bernyanyi membuatku ingin menari
ya! Mari menari bersama ku teman
123! Come On!

Jangan lah kau marah-marah
tak tahukah wajahmu menjadi merah
buanglah masalah mu, 
kita pergi ke tempat yang baru
yang jarang orang tahu
saatnya kita bersenang-senang

kosongkan agenda mu,
lupakan sejenak tentang keseharianmu
bawa peralatan hiking mu, kita akan membuat tenda
tenda di pinggir pantai,
menunggu senja datang, melihat sunset
hingga datang petang kita nyalakan api unggun
hingga esok kita bangun..

sunrise menyambutmu, membuatmu tersenyum
bagaimana kawan? sangat menyenangkan!
rangkul aku dengan kedua tangan mu..
kita buat lekukan di sudut bibir :-)
sambil memandang golden sunrise dengan hati tenang
hati senang dan riang

pejamkan matamu, rasakan angin pagi
membuat suara ombak kecil di tepi pantai
udara dingin sejuk menusuk
karna tak bercampur dengan orang busuk! :-D :-D

So Smile smile and smile



Baca Juga :

Ayu Yang Semu
Orang Bilang
Teman Selatan Utara
Lelah
Aku Ingin Jadi Pengangguran
Untuk Tuhanku
Puisi : Untuk Para Sahabatku
Ya Allah Ya Rabb
Aku Tahu
Puisi Oktober 2014




Rabu, 16 Desember 2015

Bukit Watu Meja, Kebasen - Banyumas

Assalamu'alaikum wr. wb
Hai teman-teman, aku mau bagi cerita pengalaman aku ke Bukit Watu Meja nih, simak ya? Hehe.. Hari Kamis, aku masuk pagi bersama dengan rekan ku, Friska, Solihin dan Hari. Aku mengajak mereka buat piknik hari Minggu. Diantara mereka enggak ada yang libur hari minggu, tetapi masuk shift 2. Aku tau mereka itu enggak pernah piknik, makanya aku ajak piknik dan mereka setuju, walaupun mereka tahu konsekuensinya adalah lelah dan mengantuk saat bekerja. Tapi mereka menyanggupi ajakan ku. Yang off hari Minggu juga aku ajak sekalian biar rame, Krisna yang dari toko lain yang kebetulan juga shift 2 juga ikut bersemangat. Kami janjian hari Minggu jam 7 pagi kumpul di depan toko.

11 dan 12 Desember 2015
Hari Jumat dan Sabtu. Pagi, siang hingga malam hujan lebat, kami sempat cemas jika hari minggu besok hujan. Tetapi saya yakin minggu besok cerah karena setelah dua hari berturut-turut awan yang menangispun juga pasti akan lelah mengeluarkan air matanya selama dua hari dan digantikan dengan sebuah pelangi dan cahaya matahari. Benar saja hari Minggu begitu cerah, terik matahari begitu menyilaukan mata. Dengan sekuat tenaga cahaya matahari menembus awan yang gelap, membuatnya untuk tidak menangis terlalu lama.

13 Desember 2015
Subuh pukul 04.50 saya bangun, entah kenapa sepagi itu saya bangun? Apa? Jam lima kurang sepuluh menit di bilang "sepagi itu" hehe.. Ya gak tahu ya, saya biasa bangun jam 05.15 bahkan setengah enam. hahaha. Setelah bangun, saya bergegas melihat dimana hape saya. Loooh kok yang dicari hape dulu? bukannya sholat dulu? hehee.. cuma ngecek aja kok. Hape saya lagi di charge sama ibu. Beneran cuma ngecek aja. terus saya sholat subuh. Setelah sholat niatnya mau nyuci baju tapi saya malah di larang ibu, katanya takut gugup. "Udah enggak usah nyuci, nanti gak selese" terus saya bilang "Ya gak papa gak selese kan ada ibu, nanti di lanjut sama ibu, hehee"  tapi malah kekeh gak boleh nyuci, ya udah sebagai anak yang penurut saya ikuti saja permintaan ibu ku yang baik hati.

Saya disuguhi semangkok bakso oleh ibu, bakso di kasih sama kakak ipar tadi malam belum di makan, sayang beribu sayang dari pada di buang saya makan. Kemudian saya mandi. Tepat pukul setengah tujuh, saya menelpon Friska, karena saya akan menjemputnya. Pukul tujuh saya, Friska dan Krisna sudah berada di toko, tinggal menungu yang lain datang disusul Heni dan hanya satu orang lagi yang belum datang yaitu Solihin. Saya telfon dia, Solihin bilang sedang di jalan. Oke saya tunggu, rumah dia tak jauh dari toko, sekitar lima menit naik motor sudah sampai toko. Saya mulai geram karena tanda-tanda kedatangannya nihil. Setengah jam kami menunggu, akhirnya Solihin datang juga, dan di omelin sama teman-teman dulu tentunya. Dari Proliman - Kesugihan - Sampang - Kebasen sekitar 45 menit naik motor. Sebelumnya kami bertemu dengan Khintani yang rumahnya dekat dengan Kesugihan.

Oke, kami sampai di lokasi parkir Bukit Watu Meja. Kami harus berjalan mendaki untuk sampai ke lokasi. Perjalanan yang sangat menyenangkan, mendaki!! Ini adalah kedua kalinya bagi saya dan Krisna datang ke sini. Kemarin pada saat musim kemarau lupa bulan apa dan sekarang bulan Desember musim hujan.

Saya sudah menduga, pasti jalanan becek dan berlumpur, yah maklum setelah dua hari berturut-turut hujan. Kami mulai mendaki dan mendaki, Friska yang tidak biasa kelelahan dan ternyata dia belum sarapan. Setelah berjalan kurang lebih dua puluh lima menit plus istirahat kami sampai di puncak Bukit Watu Meja. Kami di wajibkan untuk mengisi data kunjungan dengan memberikan uang seikhlasnya untuk wisata ini. Ya memang belum di tentukan tarif pasti untuk berkunjung ke Bukit Watu meja ini. Kami mengisi perut dengan bekal yang kami bawa. Saya dan Khintani membawa mie goreng. Karena jumlah ada enam orang, kami memesan pecel dan mendoan untuk kami santap bersama. Setelah perut kenyang, barulah kami mengabadikan momen. Momen yang jarang terjadi di toko, momen piknik bersama pertama kali dengan anak toko. hehehe

Dan.... Jreng Jreng Jreng.... !!!

Bukit Watu Meja
Kali Serayu, tampak dari Bukit Watu Meja
Khintani, Friska, Heni, Saya dari belakang

Solihin dari belakang
Asli ini sok banget, pliiss jangan di tiru!
Friska 

Friska lagi galau, hahaha
Bukit Watu Meja pada saat kemarau

 saat musim kemarau, kering, tandus, gundul
Jam menunjukkan pukul sebelas siang, kami harus bergegas pulang karena shift 2 masuk jam setengah tiga dan saya masuk jam lima sore. Sebetulnya kurang puas, karena saya belum mengarah ke daerah yang lain di sekitar hutan cemara. Tapi apa boleh buat, kasian shift 2 nanti tidak ada waktu untuk beristirahat, toh kalau kangen sama Bukit ini saya bisa kembali lagi lain waktu :-)

Sampah kami bawa kami kumpulkan, jangan buang sampah kalian disini ya? Apalagi di lempar dari atas bukit! Jangan! Kalau kalian suka travelling, jangan suka fotonya aja tapi juga jaga kebersihan, adat dan sopan santun juga hehehe.

Di sini kebetulan saya punya dokumentasi pada saat musim kemarau dan musim penghujan. Pada saat musim kemarau pemandangan dari atas bukit tampak gundul dan air kali serayu tampak jernih. sedangkan pada saat musim hujan, pemendangan dari atas bukit tampak asri dan hijau sedang air kali serayu tampak kotor. Kita juga bisa melihat kereta melewati jembatan yang ada di atas kali serayu, nampak seperti mainan hehehe.

Sudah dulu ceritanya ya? Lanjut kapan-kapan di cerita pengalaman yang berbeda hehehe. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya. Silahkan tinggalkan komentar anda :-)
Wassalamu'alaikum wr.wb


Baca Juga :