This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 14 Maret 2016

Pantai Kali Kencana, Nusakambangan - Cilacap

Assalamu'alaikum wr. wb
Nusakambangan, warga kota Cilacap pasti udah gak asing deh denger nama pulau itu. Kalo kalian warga dari kota mana? Jakarta? Bandung? Semarang? Atau Surabaya? hehehe :-D. Mungkin dari kalian yang bukan asli warga Cilacap hanya mengetahui tentang penjaranya saja bukan? Tapi bagaimana jika di dalam pulau Nusakambangan terdapat pantai-pantai yang mempesona? Yap! Salah satunya adalah Pantai Kali Kencana. Pantai ini terdapat di sebelah selatan Nusakamabangan yang katanya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia loh.. Wuuiiihhh keren! Penasaran? Oke next baca lagi sampai selesai ya?

Kami anak-anak pandawa berencana akan mengunjungi pantai kali kencana yang tengah tersohor di kalangan anak-anak muda pengguna sosmed instagram. Sebetulnya sedari dulu saya ingin sekali mengunjungi pantai yang terkenal sangat mempesona ini. Semempesona apa sih pantai kali kencana ini? Benarkah seindah yang di katakan? Benarkah sewonderful yang di foto? Untuk mengetahui itu semua saya harus terjun langsung ke lapangan bukan? Sudah berkali-kali saya gagal merencanakan untuk mengunjungi pantai kalikencana, mulai dari obrolan dengan sang guide, janjian dengan anak toko, janjian dengan anak panda, sampai ikut open trip pun ikut gagal juga karena anak-anak panda gak mau ikut open trip. Kemudian karena jumlah anak toko yang kurang banyak, tidak tahu jalan dan faktor cuaca yang buruk menjadi salah satu penyebabnya. Tapi saya senang, pada hari Rabu, 9 Maret 2016 tanggal merah karena perayaan nyepi dan saat Indonesia sedang bersuka cita karena hanya satu-satunya negara yang diberi anugerah bisa melihat Gerhana Matahari. Tapi sayangnya di Cilacap cuma kejatah sedikit peristiwa itu. 

Kami janjian dengan anak STIE untuk perjalanan ke kalikencana, karena ada anak STIE yang sudah pernah kesana. Janjian jam 08.00 WIB tetapi berangkat pukul 10.00 WIB ngaret 2 jam woy!! Bete banget rasanya! Dari anak STIE dateng jam 9.00 WIB kemudian nunggu saudaranya yang anak STIE lagi ampe jam sepuluh ngeselin gak tuh!

Sampai perut mules pengen pup, padahal di rumah udah pup, terus bu Ayu yang udah bolak balik kencing, terus sampai ngantuk karena angin pantai yang sepoi sepoy. Akhirnya rombongan temennya yang dari STIE itu dateng juga. Total anak ada 26 orang, 15 naik perahu yang biasa saya sewa dan 11 orang naik perahu nelayan lain, 5 orang dari anak pandawa dan 21 yang lainnya dari STIE dan saudaranya.

Oke udah komplit tinggal cuuussss jalan. Kali ini perahu jalannya muter eeuyy, biasanya kalau kita ke  Pantai Selok Pipa  atau ke Pantai Kalipat  kita turun di dermaga baru, kali ini turun di dermaga yang saya juga kurang tau nama dermaganya apa yang jelas itu cuma daratan yang sangat sempit, dengan jalan yang tertutup semak belukar. Rombongan saya datang pertama, sambil menunggu rombongan kedua saya mencari kayu untuk pendakian nanti. Rombongan kedua sudah sampai, kemudian kami berdoa bersama agar perjalanan kami lancar tanpa ada hambatan apapun. Kami mulai pendakian pukul 10.10 WIB.

Baru berjalan sebentar, kami sudah di suguhi dengan jalan yang cukup menanjak, dan ini adalah kelemahan Bu Ayu. Benar saja belum 5 menit berjalan, bu Ayu sudah minta istirahat. Hadeeehh tepok jidat gue! Belum apa-apa bu ayu udah muntah di jalan huft pusing. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, setelah beberapa menit jalannya landai dan terus landai hanya saja jalannya sempit hanya bisa di lalui oleh satu orang saja. Jalannya lumayan tidak terlalu becek karena beberapa hari ini Cilacap tidak hujan, hujan pun sangat sebentar hanya grimis menangis segaris setelah itu meringis. Perjalanan menyusuri hutan kali ini posisi saya di belakang karena rasa solidaritas saya terhadap bu ayu yang jalannya agak pelan saya merasa bertanggung jawab atas dirinya serta keselamatannya karena dia saya culik dari rumah. Hahaha. Tadinya itu bu Ayu tidak berencana untuk ikut tapi mendadak saya ajak untuk menemani setiap langkah saya dalam menyusuri hutan Nusakambangan. Buat saya mau jalan di depan atau di belakang itu sama saja. Semua sama-sama menikmati proses, gak penting siapa yang sampai terlebih dahulu karena semua hanya punya satu tujuan yang sama yaitu pantai kali kencana. Kalau trip biasanya saya di depan itu karena saya greget kalau jalan terlalu lelet dan banyak basa basi, menurut saya itu akan menghambat perjalanan. Ciiiieeeesss..

istirahat sebentar...
baru jalan sebentar bu ayu tepar, haha

hanya satu jalan kecil
hutan nusakambangan


Satu jam berjalan, kaki saya masih kuat! Memang sudah lama juga saya kurang piknik yang kayak begini ini, jadi masih semangat. Menurut saya hutan Nusakambangan itu seperti amazonnya Cilacap. Wuuihh! Lebbay! Hahaaa.. Tapi kalau dipikir-pikir emang horor loh perjalanan ke pantai kalikencana ini, coba sekarang kalian bayangin jalan kesini sendirian malem-malem, gak usah malem siang aja udah horor, suara si aming eeehh maksudnya siamang yang memanggil-manggil ingin mengajak melompat dari pohon satu ke pohon yang lain, saya sih tidak melihat keberadaan siamang ini, hanya saja suaranya yang terdengar dimana-mana, pohon-pohon yang menjulang tinggi menutupi langit dan sinar cahaya matahari, siang terlihat seperti sore, sore terlihat seperti malam. Dan tak terasa terdengar suara gemricik air, waaaahh.. sungai mana sungai? Akhirnya kita beradu jalan dengan air yang mengalir.

Alkhamdulillah.. Kita sampai di sebuah aliran sungai kecil, disini kita istirahat. Air disini kita gunakan untuk mencuci muka, membasuh kaki dan tangan, ada yang untuk minum. Sambil istirahat meluruskan kaki, makan cemilan, selfie, ngobrol, kenalan satu sama lain siapa tahu ada yang jomblo, hehe... Kalau saya sih sudah laku, sudah punya suami. *nyengir lebaar*

Hutan Nusakambangan
aliran sungai kecil
siap untuk melanjutkan perjalanan

Perjalanan tidak berhenti sampai disini. Setelah cukup istirahat, kita melanjutkan perjalanan, perjalanan masih jauh sekitar satu jam-an lagi. Anak-anak dari STIE ini cukup bersahabat, mereka tidak banyak mengeluh. Selama perjalanan juga mereka tidak merengek untuk meminta istirahat, semuanya bersemangat. Mereka semua anak yang pendiam, tidak terdengar mereka berbicara keras atau tertawa terbahak-bahak. Entah karena mereka memang pendiam atau mereka kelelahan sehingga malas untuk berbicara hahaha.. Yang paling sering terdengar adalah suara bu ayu yang selalu mengatakan " i'm fine " dengan suara lumayan keras padahal tak ada yang menanyakan kabarnya, hahaha. Ngomong-ngomong  bu ayu, dia sempat kram dan akhirnya kami berhenti sejenak saya dan paijo membantu untuk menyembuhkan kram di kaki bu ayu.

kaki bu ayu kram
Dua jam sudah kami berjalan, langkah kaki saya semakin pendek dan pelan, sepertinya saya sudah mulai kelelahan tetapi tempat yang kami tuju belum juga terlihat. Akhirnya kami sampai pada tempat yang sangat landai tetapi masih banyak tumbuhan dan pohon yang tinggi. Saya pikir kami semakin dekat karena tanah yang kami lewati sudah bercampur dengan pasir. Benar saja suara debur ombak sudah terdengar di telinga kami. Pelan namun pasti kami semakin dekat dengan suara ombak yang bergulat. Dan oooohhh..

 sudah dekat dengan pantai
gerbang pantai kalikencana
Akhirnya setelah berjalan kurang lebih dua setengah jam kami sampai di tempat yang di tuju Pantai Kali Kencana. Kami mulai berjalan pukul 10.10 WIB dan sampai pukul 12.30 WIB. Sampai di pantai kami mencari area yang teduh untuk beristirahat. Saya dan anak panda makan bekal yang kami bawa dari rumah yaitu nasi rames, sudah wajib bagi kami membawa nasi rames ketika piknik ke nusakambangan. Setelah selesai makan, kami mencari tempat untuk menunaikan ibadah sholat duhur jama' takdim dengan sholat ashar. Setelah selesai sholat barulah kami melakukan sesi pemotretan hehehe.

Pantai Kali Kencana
batu karang di kalikencana
lompatnya kurang tinggi
fitra dan bu ayu
Ujung pantai kali kencana
kami dan anak STIE
keindahan pantai kelikencana
muara sungai
siap-siap mau pulang

Pukul 15.30 WIB kami mulai berjalan kembali untuk menyusuri hutan karena hari sudah semakin sore, belum lagi dengan perjalanan yang cukup memakan waktu. Kami berharap sampai di dermaga sesbelum maghrib. Kali ini saya berada di posisi paling depan. Buset, kalo saya nyasar semua ikut nyasar. hahaha. Benar saja saya tidak hafal dengan jalan pulang saya ragu dengan jalan yang saya ambil. Akhirnya saya memanggil sang guide yang berada di belakang saya. Memang benar jalan di tengah hutan itu sungguh menyesatkan karena semua tertutup dengan semak belukar dan pohon yang menjulang tinggi.

Di tengah perjalanan sang guide menanyakan kepada saya apakah saya mencium aroma bunga? Tanpa ragu saya menjawab "ya" karena aroma itu sangat khas. Saya pikir itu bukan hal buruk. Kami tetap berjalan menembus pintu keluar pulau nusakambangan. Tampak dari belakang ada anak yang kelehan dan hampir menyerah. Anak itu bersama kedua orang tua dan adik laki-lakinya. Kami sampai di aliran sungai kecil di tengah hutan dan memutuskan untuk beristirahat. Hutan sudah mulai gelap tetapi kami yakin dapat keluar hutan sebelum maghrib. Anak perempuan itu lagi-lagi kelehan, kami kasihan melihatnya. Kami mencoba menyemangati namun gagal. Dengan dorongan kedua orang tuanya anak itu nampak berjalan lemas. Ya kami semua cukup memaklumi hal itu, karena perjalanan ini memang sungguh melelahkan. Ini baru menyusuri hutan nusakambangan selama 2 jam-an, bagaimana kalau posisi naik gunung yang berjalan berjam-jam bisa di bayangkan!

Jam tangan saya menunjukkan pukul 17.20 WIB. Di depan anak STIE sudah ada yang menembus pintu keluar, kami saling berteriak memberi isyarat. Memang saya sudah bisa mendengar suara ombak. Saya meminta bantuan suami saya untuk mengambil handphone di dalam ransel saya untuk menghubungi pak nelayan memberi tahu bahwa kami sudah sampai di pintu masuk pantai kalikenana padahal posisi saya masih berjalan di hutan. ( ancer-ancer biar gak kelamaan nunggu kapal :-D )

Jalanan mulai menurun, kaki saya terasa pegal, lemas dan tak kuasa menahan berat beban ini, saya sudah ingin cepat sampai di rumah. Pakaian kotor dan basah serta bercampur keringat membuat saya risih ingin segera bertemu dengan kamar mandi. Akhirnya kami sampai di posisi awal pemberangkatan. Duduk berjejer, minum, main handphone, ngobrol satu sama lain. Dan aaahhh terlihat perahu sedang menuju ke arah kami, sungguh senangnya hati ini. Rombongan yang di belakang pun satu per satu sampai, kami menanyakan kabar masing-masing terutama anak yang tadi berjalan sangat lemas. Akhirnya dia bisa sampai finish.

Perahu kian lama kian dekat, saya sipitkan mata saya ternyata itu bukan perahu nelayan yang saya tumpangi. Itu perahu yang berbeda. Huft.. Saya kembali menelfon bapak nelayan dan beliau mengatakan sedang berjalan menuju ke arah kami, itu terdengar dari suara mesin kapal. Perahu pertama mendarat di depan kami, itu adalah perahu ke dua dari rombongan kami. Rombongan anak yang lemas tadi beserta keluarga dan teman-teman lainnya. Kami saling berjabat tangan semoga bisa bertemu kembali dan bisa ngetrip bareng lagi. Kami kagum dengan kedua orang tua anak yang lemas tadi, mereka bisa sampai finish tanpa mengeluh justru mereka yang menguatkan anak perempuannya ketika kehilangan semangat untuk terus berjalan.

Dari jauh kami melihat kapal, saya pikir itu adalah kapal yang memberangkatkan kami ternyata masih bukan! Ya selain dari rombongan kami, ada rombongan lain yang mengunjungi pantai kali kencana, saya juga kurang faham dengan mereka, katanya sih anak club bola. Memang semuanya laki-laki dan hanya ada satu perempuan.

Naaaahhh kalau yang ini saya yakin, ini pasti perahu sentosa jaya tapi kok sudah ada dua orang yang duduk ya? Ah sudah lah yang penting kami naik kapal lalu pulang. Jam di tangan saya menunjukkan pukul 17.45 WIB, langit sudah menunjukkan mega mega nya pertanda maghrib akan datang. Seperti biasa saya duduk paling depan, saya paling tidak suka jika harus duduk di tengah, entah itu satu kapal isi empat orang saya tetap duduk paling puncrit meski itu panas. Dua orang yang tidak tahu datangnya dari mana itu menanyakan kepada kami, wabil khusus kepada bu ayu karena berhadapan langsung dengan dia. Si X : "Mba dari mana?" Bu ayu : "dari pantai mba" si X : "Hah? Pantainya dimana? itu hutan mba?" Bu ayu : "Ia kita jalan 2 jam lebih menyusuri hutan mba". si X : "What?!" Mbanya sampe kaget, dari situ saya mulai dengar bu ayu menjelaskan secara rinci tentang keberadaan pantai kalikencana, pantai selok pipa, dan pantai kalipat. Dari percakapan bu ayu dengan si mbaknya saya pikir si mbaknya kaya bukan orang Cilacap abis banyak banget yang gak tahu. Yang saya heran adalah ketika si mba nya nanya : makan yang enak dimana? terus jalannya lewat mana. Dengan senang hati ayu menunjukkan arah jalannya. Karena saya heran, saya memberanikan diri untuk bertanya : "Mbaknya darimana sih?" si X : "dari Jakarta," Oohhh.. ya pantes kagak ada yang ngerti. Usut punya usut si doi sama temennya lagi dinas di kilang. Begitu toh.

Perahu kami berjalan dan terus berjalan, hingga agak ke tengah aroma itu muncul lagi. Aroma khas kanthil, tiba-tiba paijo membuka pembicaraan, ketika di tengah hutan yang juga beraroma khas kanthil itu ternyata ada hubungannya dengan anak perempuan yang jalannya lemas itu. Saya kaget paijo mengatakan hal seperti itu, apa iya? Paijo mengatakan bahwa anak perempuan itu memang pendiam dan terbilang kuat karena biasanya orang yang bisa meihat atau merasakan hal seperti itu bisa sampai pingsan. Hal itu di ketahui paijo ketika dia sedang memegang bagian belakang leher anak perempuan itu terasa sangat kencang. Saya kurang tahu mengenai hal seperti itu, percaya tidak percaya hal ghaib itu memang ada bukan? Yang terpenting adalah kita tidak boleh sembarangan mengambil sesuatu dari dalam hutan, tidak boleh berbicara kotor dan menjaga sopan santun serta berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dan di jauhkan dari hal-hal yang tidak di inginkan.

di dermaga sedang menunggu kapal

Bu ayu sedang menjelaskan banyak pantaidi nusakambangan kepada mbaknya, serius amat yah? :-D

Oke deh sampai disini episode cerita kalikencana dengan segala keunikan, kehororan, keseruan dan keindahannya. Kalian cape kan bacanya? Saya juga cape ngetiknya, dua hari bbo! Tapi saya harap kalian enjoy baca cerita saya. Semoga saya bisa tetap menceritakan pengalaman-pengalaman menarik dalam hidup saya untuk kalian. Wuuueekkk hahaha.. SAMPAI JUMPA baabbbaiii.....(''').....

Wassalamu'alaikum wr.wb




Follow me on Instagram : @risharofiana


Baca Juga :